Home > Uncategorized > Manajemen Sekolah

Manajemen Sekolah

Manajemen Sekolah

Pengantar Sekolah beserta komunitasnya memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan yang terkait dengan
pengelolaan pendidikan di sekolahnya sesuai dengan undang-undang otonomi daerah yang berlaku. Manajemen
Berbasis Sekolah memerlukan adanya:
– akuntabilitas,
– transparansi,
– kolaborasi/kerja sama,
– proses dari bawah ke atas (bottom–up),
– rasa kepemilikan,
– partisipasi, dan
– otonomi.
– Apa itu Manajemen Berbasis Sekolah? Manajemen Berbasis Sekolah memberikan banyak kewewenangan kepada
sekolah untuk membuat keputusan dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional. MBS mensyaratkan adanya
partisipasi masyarakat dan transparansi yang tinggi dalam pertukaran (sharing) informasi tentang sekolah.Masyarakat
sekitar perlu berpartisipasi dalam menentukan prioritas dan mengambil keputusan yang berkaitan dengan
pengembangan sekolah. Tujuan Jangka Menengah Manajemen Berbasis Sekolah Tujuan jangka menengah (goals)
dari Manajemen Berbasis Sekolah adalah untuk:
– meningkatkan mutu belajar anak,
– menguatkan kapasitas kepala sekolah sebagai pemimpin dan pengelola sekolah,
– membangun partisipasi masyarakat, dan
– memungkinkan terjadinya pengambilan keputusan di tingkat lokal berdasarkan kebutuhan lokal.
– Prinsip Manajemen Berbasis Sekolah Sekolah bisa membuat keputusan yang terkait dengan pekerjaan guru,
perencanaan kurikulum, metode pengajaran, sumber daya manusia, sumber daya keuangan, sumber daya materi, dan
alokasi waktu.Sekolah bertanggung jawab terhadap hasil yang dicapai oleh murid, baik bagi masyarakat setempat
maupun bagi sistem pendidikan pada umumnya.Perlu ada tingkat partisipasi yang tinggi dari guru, masyarakat, komite
sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan.Sekolah harus menyusun Rencana Pengembangan Sekolah serta
Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah.Transparansi dibutuhkan dalam memberikan semua informasi
yang relevan dengan semua pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan dan semua pihak yang dipengaruhi oleh
keputusan tersebut. Pertemuan dan laporan tertulis yang dibuat secara berkala kepada para pemangku kepentingan
dibutuhkan di sini.
– Gaya Kepemimpinan Kepemimpinan sekolah yang efektif dapat berjalan dengan adanya gaya kepemimpinan yang
benar, pada waktu dan bidang yang tepat. Gaya kepemimpinan bisa dikategorikan sebagai berikut:
– kepemimpinan yang visioner,
– kepemimpinan bergaya pembinaan,
– kepemimpinan sosial,
– kepemimpinan yang demokratis,
– kepemimpinan yang memacu kemajuan, dan
– kepemimpinan bergaya komando.
– Kepemimpinan yang Visioner  Kepemimpinan yang visioner berkenaan dengan upaya membangun impian
bersama untuk sekolah yang lebih baik dan lebih bermutu.
– Kepemimpinan Bergaya Pembinaan Kepemimpinan bergaya pembinaan berkenaan dengan kegiatan bersama
setiap guru untuk membahas cara agar mereka dapat memperbaiki diri. Kepemimpinan ini perlu dibangun atas dasar
kepercayaan dan bukan berdasarkan hukuman atau upaya untuk mencari kesalahan.
– Kepemimpinan Sosial Kepemimpinan sosial berkenaan dengan upaya mengembangkan sekolah di mana kepala
sekolah, guru, dan masyarakatnya saling peduli dan mendukung satu sama lain.
– Kepemimpinan Demokratis Kepemimpinan yang demokratis berkenaan dengan pengembangan proses di sekolah,
di mana komite sekolah, guru, murid, dan orang tua bisa memberikan masukan bagi pengambilan keputusan yang
penting.
– Kepemimpinan yang Memacu Kemajuan Kepemimpinan yang memacu kemajuan bercirikan adanya seorang
pemimpin yang menetapkan jangka waktu kerja secara jelas, dan dengan mengharapkan standar kerja yang tinggi.
– Kepemimpinan Bergaya Komando Kepemimpinan bergaya komando adalah gaya kepemimpinan yang mengambil
keputusan dengan tegas dan cepat. Gaya ini bermanfaat dalam memberikan arahan yang jelas di saat darurat.
– Kepemimpinan dalam Serangkaian Bidang Selain menggunakan berbagai gaya kepemimpinan yang sesuai, seorang
kepala sekolah perlu mencurahkan waktunya untuk bekerja di berbagai bidang yang luas cakupannya.
Kepemimpinan yang kuat di bidang teknis, humanis, dan pendidikan dapat membuat sekolah menjadi efektif.
Kepemimpinan secara simbolis dan kultural diperlukan bagi sekolah untuk melampaui kondisi efektif agar menjadi luar
biasa.
– Kepemimpinan Teknis Kepemimpinan teknis bekerja di bidang keterampilan manajemen yang kuat, penataan yang
baik, pengaturan dan pemanfaatan waktu secara efisien.
– Kepemimpinan Humanis Kepemimpinan humanis mengarahkan manusia untuk memperbaiki diri, berbagi tanggung
jawab, dan bekerja sama dengan baik.
– Kepemimpinan Pendidikan Kepemimpinan pendidikan berupaya memimpin yang lainnya untuk mengembangkan
pengetahuan mendalam tentang kurikulum, pengajaran yang efektif, dan pembelajaran murid.Kepala sekolah
memimpin sekolah dalam:
– menerapkan kurikulum nasional demi menghasilkan kompetensi dasar dan standar kompetensi,
– memasukkan kebudayaan lokal dalam pembelajaran,
– memastikan bahwa guru memakai serangkaian metode pengajaran untuk memenuhi kebutuhan murid yang belajar
dalam berbagai cara,
– memastikan bahwa guru terlibat dalam kegiatan pengembangan profesi untuk meningkatkan mutu pengajarannya,
– memastikan bahwa guru-guru saling bertemu untuk merencanakan pengajaran mereka, berbagi sumber daya, dan
membahas perbaikan dalam metode pengajaran dan penilaian murid,
– mendukung guru untuk mengumpulkan dan menggunakan data murid agar lebih berfokus pada kebutuhan masing-
masing murid, dan
– mengembangkan manajemen perilaku murid yang lebih baik.
– Kepemimpinan Simbolis Kepemimpinan simbolis berarti bekerja dan berperilaku sebagaimana Anda mengharapkan
orang lain untuk bekerja dan berperilaku serupa.
– Kepemimpinan Kultural Kepemimpinan kultural memimpin sekolah untuk mengembangkan nilai-nilai, keyakinan, dan
perilakunya sendiri.
– Membangun Budaya Sekolah Budaya sekolah dibangun atas dasar keyakinan dan nilai-nilai yang disepakati
bersama dan menjadi landasan bagi interaksi semua anggota organisasi sekolah. Budaya sekolah juga membutuhkan
pandangan umum mengenai cara belajar murid, cara mengelola perilaku murid, dan cara mendukung warga sekolah
agar bisa saling menghargai satu sama lain.
– Partisipasi Masyarakat Komite sekolah mewakili masyarakat. Komite ini berpartisipasi dalam tata layanan dan
pengelolaan sekolah.Pertemuan dengan masyarakat perlu diadakan secara berkala sebagai tempat berkonsultasi,
mencari masukan, dan melaporkan semua pencapaian di sekolah.
– Komite Sekolah Komite sekolah merupakan badan independen yang dibentuk oleh, dan dipilih dari masyarakat dan
sekolah.
– Peran Komite Sekolah Peran komite sekolah adalah memberikan saran, dukungan, pemantauan, dan mediasi
sebagaimana diperlukan. Ini dilakukan untuk membantu kepala sekolah dalam memimpin dan mengoperasikan
sekolahnya.Peran komite sekolah dalam mendukung Manajemen Berbasis Sekolah antara lain:
– berpartisipasi dalam persiapan dan pengesahan akhir RPS dan RAPBS,
– memantau kemajuan murid,
– membantu sekolah mencari dana untuk berbagai program sekolah,
– mendukung sekolah dalam mempromosikan partisipasi orang tua dan masyarakat,
– memantau pelaksanaan program, dan
– secara teratur melaporkan kegiatan komite sekolah dan pencapaian sekolah kepada masyarakat dan pejabat Dinas
terkait.
– Rekrutmen dan Pemilihan Komite Sekolah Kepala sekolah bertanggung jawab untuk mengatur proses pemilihan
komite sekolah. Ini harus dilakukan secara terbuka dan adil. Daftar calon pengurus dibuat dan dikirimkan kepada orang
tua dan masyarakat untuk dipertimbangkan sebelum pemilihan dilaksanakan. Komite sekolah kemudian
menyelenggarakan sebuah rapat pemilihan. Proses serah terima jabatan dilakukan melalui penandatanganan surat
keputusan oleh kepala sekolah.
– Kepengurusan Komite Sekolah Komite sekolah terdiri atas perwakilan dari:
– orang tua,
– masyarakat,
– lembaga keagamaan,
– kalangan bisnis,
– guru,
– perwakilan kepala desa,
– alumni,
– lembaga kesehatan, dan
– anggota masyarakat lainnya yang tertarik. Kepala sekolah selalu masuk dalam kepengurusan komite sekolah.
– Struktur Komite Sekolah Komite sekolah memiliki struktur kepemimpinan yang terdiri dari:
– seorang ketua,
– seorang sekretaris, dan
– seorang bendahara. Tergantung dari besar sekolah, komite sekolah juga bisa memiliki sub-sub komite. Ini bisa
termasuk sub komite untuk:
– pembelajaran,
– sumber daya manusia,
– sarana dan bangunan sekolah,
– keuangan sekolah,
– keadilan jender, dan
– kesehatan dan gizi. Komite sekolah tidak bisa diketuai oleh kepala sekolah atau guru.Ketua komite sekolah dipilih
dari dan oleh anggotanya dalam sebuah rapat umum.
– Tanggung Jawab Komite Sekolah Tanggung jawab komite sekolah adalah:
– mengadakan rapat sesuai program yang ditentukan,
– membantu menyusun RPS dan RAPBS,
– bersama guru-guru laki-laki dan perempuan serta kepala sekolah menghimpun masukan dari masyarakat bagi
sekolah, khususnya yang berkenaan dengan budaya dan bahasa setempat guna meningkatkan prestasi semua murid,
– menggali, menghimpun, dan mengelola sumber daya (uang dan materi) dari masyarakat demi kemajuan kelas,
– membantu menyusun strategi kesehatan bersama orang tua murid,
– memantau dan mengevaluasi kedisiplinan, menghindari kekerasan, dan
– memberikan laporan-laporan yang dapat dipertanggungjawabkan dan transparan kepada masyarakat tentang
pencapaian sekolah dan penggunaan dana serta sumber daya lainnya.
– Berbagai Pertemuan dan Rapat Paripurna Khusus Rapat paripurna harus dilaksanakan sekurang-kurangnya tiga kali
dalam satu tahun ajaran sekolah.Rapat pertama sebaiknya dilakukan pada awal tahun ajaran di mana agenda
utamanya adalah pembahasan rencana sekolah. Rapat berikutnya bisa dilaksanakan pada akhir Semester 1 dan 2 di
mana agenda utamanya adalah pelaporan mengenai prestasi murid dan pemberian laporan pertanggungjawaban
komite sekolah kepada orang tua dan masyarakat.
– Tata Cara Rapat Undangan sebaiknya dikirimkan kepada para peserta rapat paling lambat 3 (tiga) hari sebelum
rapat dilaksanakan.Ketua komite sekolah memimpin rapat tersebut.Agenda pertemuan dipersiapkan oleh sekretaris
komite sekolah yang mengumpulkan butir-butir agenda rapat yang diusulkan anggota komite sekolah. Proses dan
keputusan rapat ditulis dalam notula yang dihimpun oleh sekretaris komite sekolah atau orang lain yang ditugaskan
untuk membuat notula tersebut. Notula ini harus tersedia bagi semua anggota komite sekolah pada saat atau sebelum
rapat berikutnya. Notula rapat tersebut akan disahkan sebagai catatan yang akurat dalam rapat berikutnya.
– Perencanaan Pengembangan Sekolah
Rencana Pengembangan Sekolah (RPS)
Sekolah harus menyusun RPS secara konsultatif dan memajangnya secara transparan.RPS berisikan rencana strategis
dan rencana operasional.Rencana strategis memberi arahan bagi pengembangan sekolah dalam jangka panjang
(beberapa tahun).Rencana operasional menerjemahkan rencana strategis tersebut ke dalam rencana jangka pendek.
Rencana ini bersifat lebih spesifik dan dapat diukur dalam berbagai kegiatan dan tingkat penerapan yang
dijabarkannya.Rencana operasional tersebut kemudian digunakan untuk menyusun Rencana Anggaran Pendapatan
dan Belanja Sekolah (RAPBS) tahunan.
1.Rencana Strategis
Perencanaan strategis adalah suatu proses yang dapat membantu sekolah menentukan arah
pengembangannya.Rencana strategis merupakan peta yang menjabarkan cara menuju pencapaian hasil-hasil dalam
jangka panjang.Sebuah rencana strategis menggambarkan visi, misi, dan tujuan sekolah.Visi sekolah harus singkat dan
jelas, menggambarkan apa yang diupayakan sekolah untuk dicapai.Visi berorientasi pada masa depan, mencerminkan
standar yang tinggi dan digunakan sebagai acuan dasar dalam merumuskan misi dan tujuan sekolah.Misi merupakan
rincian dari visi sekolah, menjabarkan uraian tugas, kewajiban dan rencana untuk mewujudkan visi sekolah.Tujuan
(goal) sekolah berhubungan dengan hasil yang ingin dicapai dalam jangka menengah. Tujuan tersebut harus dapat
diukur dan dituliskan sedemikian rupa sehingga sekolah tahu dengan jelas kapan tujuan tersebut tercapai.
– Rencana Operasional            Rencana operasional berisikan tujuan jangka pendek (objectives) dan rencana kerja yang
dibutuhkan guna mewujudkan rencana strategis sekolah. Sekolah mengidentifikasi tujuan-tujuan jangka pendek untuk
mencapai tujuan jangka menengah sekolah. Tujuan-tujuan tersebut harus bisa diukur guna memudahkan evaluasi dan
direncanakan dalam periode yang relatif singkat seperti satu tahun ajaran atau kurang dari itu. Tahap akhir yang
dilakukan adalah menyusun sebuah rencana kerja untuk memaparkan secara rinci tentang apa yang direncanakan oleh
sekolah untuk mewujudkan tujuan jangka menengahnya
Rencana kerja menjabarkan tentang kelompok-kelompok sasaran pada murid, berbagai program kerja, pihak yang
bertanggung jawab, jangka waktu, dan sejumlah ukuran untuk melakukan evaluasi.
– Langkah Pembuatan Rencana Pengembangan Sekolah
– Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah
– Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah
(RAPBS) harus berdasarkan pada rencana pengembangan sekolah dan merupakan bagian dari rencana operasional
tahunan.RAPBS meliputi penganggaran untuk kegiatan pengajaran, materi kelas, pengembangan profesi guru, renovasi
bangunan sekolah, pemeliharaan, buku, meja dan kursi.
– Prinsip Penyusunan RAPBS          RAPBS harus benar-benar difokuskan pada peningkatan pembelajaran murid secara
jujur, bertanggung jawab, dan transparan. RAPBS harus ditulis dalam bahasa yang sederhana dan jelas, dan dipajang
di tempat terbuka di sekolah. Dalam menyusun RAPBS, sekolah sebaiknya secara saksama memprioritaskan
pembelanjaan dana sejalan dengan rencana pengembangan sekolah.
– Proses Penyusunan RAPBS Langkah berikut biasa dipertimbangkan dalam menyusun sebuah RAPBS:
– menggunakan tujuan jangka menengah dan tujuan jangka pendek yang ditetapkan dalam rencana pengembangan
sekolah,
– menghimpun, merangkum, dan mengelompokkan isu-isu dan masalah utama ke dalam berbagai bidang yang luas
cakupannya,
– menyelesaikan analisis kebutuhan,
– memprioritaskan kebutuhan,
– mengonsultasikan rencana aksi yang ditunjukkan/dipaparkan dalam rencana pengembangan sekolah,
– mengidentifikasi dan memperhitungkan seluruh sumber pemasukan,
– menggambarkan rincian (waktu, biaya, orang yang bertanggung jawab, pelaporan, dsb.), dan
– mengawasi serta memantau kegiatan dari tahap perencanaan menuju tahap penerapan hingga evaluasi.
– Pengelolaan Anggaran Sekolah Pengelola anggaran sekolah biasanya adalah kepala sekolah, tetapi bisa juga guru
berpengalaman (senior) atau anggota komite sekolah. Di sekolah-sekolah yang lebih besar, mungkin ada pihak lain
yang bertanggung jawab dalam pengelolaan sebagian anggaran.Secara khusus, pengendalian anggaran terdiri dari
serangkaian kegiatan pemeriksaan dan persetujuan untuk memastikan bahwa:
– dana dibelanjakan sesuai rencana,
– ada kelonggaran dalam penganggaran untuk pembayaran pajak,
– pembelanjaan dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, dan
– dana tidak dihabiskan untuk kegiatan-kegiatan yang tidak disetujui atau diberikan kepada pihak penerima tanpa
persetujuan. Hasil analisis kebutuhan secara logis diklasifikasikan ke dalam kelompok staf, materi kurikulum, barang,
jasa, pemeliharaan bangunan, dsb.Pengelola anggaran sekolah diharapkan membelanjakan uang sesuai alokasi dana
yang direncanakan. Setiap perubahan anggaran harus disetujui oleh komite sekolah bila memang harus ada perubahan
dalam tahun berjalan.Pengendalian Anggaran Pengendalian anggaran dilakukan untuk memastikan adanya:
– pengelolaan dana yang jujur,
– penyesuaian antara pengeluaran dengan tujuan jangka menengah sekolah, tujuan jangka pendek sekolah, dan
rencana-rencana lainnya,
– transparansi, dan
– upaya menghindari pembelanjaan berlebih. Kegiatan pengendalian anggaran meliputi rencana penerapan anggaran,
catatan transaksi pemasukan dan pengeluaran (pembukuan), serta pelaporan yang transparan dan akurat
(akuntabilitas).
– Aturan Umum dalam Pembukuan Setiap transaksi harus didukung dengan bukti yang sah (kuitansi). Semua transaksi
dicatat sesuai urutan waktu (kronologis).Setiap halaman buku kas umum harus dilengkapi kepala surat/kop, kolom
catatan, nomor halaman, dan nama bulan.Setiap sisi halaman harus diparaf oleh kepala sekolah dan bendahara komite
sekolah.Pada akhir setiap bulan, buku kas umum ditutup dengan membandingkan saldo yang tercatat pada buku kas
dan saldo di rekening bank.
– Rangkuman Agar kegiatan sekolah dapat berjalan dengan sebaik-baiknya, semua prioritas kebutuhan sekolah harus
dimasukkan ke dalam RAPBS.Penyusunan RAPBS tersebut harus melibatkan kepala sekolah, guru, komite sekolah,
dan komunitas sekolah.RAPBS harus konsisten dengan rencana pengembangan sekolah.Pengendalian yang ketat
dan pelaporan yang transparan harus dilakukan. RAPBS harus dipajang secara terbuka.RAPBS perlu disusun pada
setiap tahun ajaran sekolah dengan memastikan bahwa alokasi anggaran bisa memenuhi kebutuhan sekolah secara
optimal.
– Standar Pelayanan Minimal
– Standar Pelayanan Minimal
Dokumen Standar Pelayanan Minimal menjabarkan standar yang harus dicapai semua sekolah di Indonesia.Sekolah
bertanggung jawab untuk mengupayakan dan mencapai sebagian besar standar tersebut.
– Sejumlah Komponen Standar Pelayanan Minimal
Standar Pelayanan Minimal meliputi:
– kurikulum,
– murid,
– kinerja kepala sekolah,
– pengajaran,
– pengelolaan sekolah,
– sarana, prasarana, dan sumber daya murid,
– keuangan, dan
– partisipasi masyarakat serta lembaga lainnya.
– Kurikulum
Pemerintah pusat menyediakan dokumen kurikulum dan pemerintah provinsi menyebarluaskannya.Sekolah
bertanggung jawab untuk melaksanakan pengajaran berdasarkan kurikulum nasional dan lokal.
– Murid
Rendahnya angka pendaftaran anak usia sekolah bisa dipengaruhi oleh:
– jarak antara sekolah dan rumah anak,
– situasi keuangan keluarga,
– berbagai isu yang terkait dengan pembiayaan pendidikan,
– kesadaran orang tua mengenai pentingnya pendidikan,
– pemanfaatan anak sebagai tenaga kerja,
– kurangnya dukungan masyarakat terhadap pendidikan,
– rendahnya keterlibatan anak dalam pembelajaran, dan
– lingkungan belajar yang tidak memadai di sekolah dan di rumah.
Berbagai faktor yang berperan dalam pencapaian standar untuk menurunkan angka putus sekolah antara lain:
– praktik pembelajaran yang menyenangkan, aktif, dan kreatif di kelas dan di sekolah,
– manajemen murid yang tidak mengizinkan penggunaan kekerasan,
– hubungan dan kerja sama yang baik antara guru dan orang tua, serta
– biaya pendidikan yang terjangkau.
– Standar Kinerja Kepala Sekolah
Faktor-faktor yang berperan terhadap pencapaian standar tinggi dalam kinerja kepala sekolah mencakup:
– pendampingan efektif yang diberikan oleh pengawas,
– ada pembagian peran yang jelas,
– dukungan untuk mengembangkan sejumlah gaya kepemimpinan yang paling sesuai,
– fokus pada kepemimpinan di bidang pendidikan, dan
– manajemen yang transparan, demokratis, dan akuntabel.
– Peningkatan Standar Pengajaran
Faktor-faktor yang memengaruhi tercapainya peningkatan standar mengajar antara lain:
– guru-guru yang cukup berkualifikasi,
– tugas-tugas guru sesuai dengan keahlian mereka,
– pendampingan bermutu di dalam dan di luar sekolah, dan
– ada kegiatan pengembangan profesi yang tepat dan bermutu tinggi.
– Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah
Kepala sekolah dan komite sekolah diharapkan bisa menerapkan manajemen berbasis sekolah.Ini termasuk
memastikan bahwa komite sekolah berfungsi secara efektif.Komite sekolah diminta menyusun, menerapkan, dan
melaporkan rencana pengembangan sekolah dan rencana anggaran sekolah secara transparan dan melalui
konsultasi/pembahasan.
– Sarana, Prasarana, dan Sumber Daya bagi Murid
Beberapa komponen berikut merupakan tanggung jawab bersama Dinas dan sekolah, dan merupakan faktor-faktor
yang memengaruhi pencapaian standar.Komponen-komponen tersebut memastikan bahwa:
– tersedia tanah untuk digunakan sekolah,
– berbagai bangunan sekolah berada dalam kondisi fisik yang baik,
– tersedia ruangan untuk perpustakaan dan laboratorium,
– tersedia air bersih,
– toilet yang memadai tersedia bagi guru dan murid,
– fasilitas disediakan untuk kegiatan kesenian dan keterampilan/kerajinan tangan,
– perangkat pembelajaran matematika dan sains tersedia,
– tersedia peralatan laboratorium berstandar tinggi,
– tersedia buku pelajaran yang sesuai dengan kurikulum, dan
– tersedia peralatan olahraga yang memadai
– Hak-Hak Seorang Anak
– Hak Anak Setiap anak berhak untuk hidup, bertumbuh, berkembang, dan berpartisipasi dengan baik dalam
masyarakat sesuai dengan martabat yang dimiliki manusia, dan harus dilindungi dari tindak kekerasan dan
diskriminasi.Setiap anak berhak untuk mendapat nama yang menegaskan identitas diri dan kebangsaannya.Setiap
anak berhak untuk mempraktikkan ajaran agamanya masing-masing.Setiap anak berhak untuk mengetahui siapa orang
tua mereka, dibesarkan, dan hidup bersama dengan orang tuanya.Seorang anak yang dipisahkan dari orang tuanya
untuk sementara waktu atau seterusnya akan dilindungi melalui perwalian alternatif dari orang lain atau wali resminya,
sesuai dengan hukum yang berlaku.Setiap anak berhak untuk mendapat layanan kesehatan dan layanan sosial yang
sesuai dengan kebutuhan fisik, spiritual, dan sosialnya.Setiap anak berhak mendapat akses ke layanan pendidikan
demi kepentingan pengembangan dirinya sesuai dengan tingkat kemampuan, bakat, dan minat yang dimilikinya.Setiap
anak cacat berhak mendapat pendidikan.Setiap anak berhak untuk mengungkapkan pendapatnya, dihargai
pendapatnya dan bisa mengakses informasi yang sesuai dengan kemampuan dan usianya demi pengembangan diri
anak.Setiap anak berhak untuk beristirahat dan bersantai, ikut serta dalam permainan dan kegiatan rekreasional
dengan teman-teman sebayanya sesuai dengan minat, usia, dan tingkat kecerdasan setiap anak.Setiap anak cacat
berhak mendapat akses terhadap rehabilitasi, dukungan sosial, dan kesejahteraan sosial.Setiap anak berhak untuk
dilindungi dari diskriminasi, eksploitasi, pengabaian, kekerasan, dan penyiksaan.
– Tanggung Jawab Sekolah Sekolah bertanggung jawab untuk secara proaktif mendukung hak-hak anak melalui
kebijakan dan praktik sekolah.Sekolah bertanggung jawab untuk menyediakan akses terhadap layanan pendidikan yang
bermutu bagi setiap anak.Setiap anak cacat juga berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu.Secara khusus,
sekolah harus melindungi semua anak didiknya dari:diskriminasi,
– eksploitasi,
– pengabaian, dan
– kekerasan.
– Tanggung Jawab Orang Tua dan Masyarakat Orang tua bertanggung jawab untuk:
– mengasuh, mendidik, dan melindungi anak-anaknya,
– mengembangkan kemampuan anak-anaknya sesuai kapasitas, bakat, dan minat anak, serta
– mencegah pernikahan dini. Seorang anak yang dipisahkan dari orang tuanya berhak untuk mendapat pengasuhan
dari kerabat atau keluarga alternatif.

sumber: http://www.disdik-kotasmg.org/v8

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: